Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan tatap muka dan audiensi bersama tokoh agama serta warga Desa Karang Bongkot. Acara yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat ini digelar sebagai wadah dialog interaktif untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan program prioritas kepolisian di bidang kesejahteraan sosial dan stabilitas keamanan wilayah.
Sinergi Program 100 Hari Kapolri di Akar Rumput
Dalam arahannya di hadapan warga, Wakapolres Lombok Barat, Polda NTB, Kompol Saogi Sujana Angsar, memaparkan poin-poin penting terkait arah kebijakan institusi kepolisian yang selaras dengan kebijakan nasional. Pendekatan dialogis ini dinilai efektif untuk mempererat silaturahmi, membangun kepercayaan publik, serta mengidentifikasi potensi permasalahan sosial secara cepat dan akurat di tingkat akar rumput.
“Kapolri mempunyai program dalam 100 hari masa kerja Kapolri yang salah satunya adalah kumpul bersama masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran polri benar-benar dirasakan manfaatnya dan senantiasa mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan serta keresahan warga di lapangan,” ujar Kompol Saogi Sujana Angsar pada Rabu (28/10/2026).
Kepolisian Berperan Sebagai Agen Perlinsos
Selain membahas aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kompol Saogi juga menyoroti keterlibatan aktif jajaran kepolisian dalam mendukung program pemerintah di bidang perlindungan sosial. Kepolisian turut dilibatkan untuk membantu proses pendataan agar distribusi bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat dapat tersalurkan secara objektif dan transparan.
“Kepolisian juga menjadi agen Perlinsos untuk mendatakan warga masyarakat yang layak mendapatkan bantuan sehingga tepat sasaran. Kami ingin membantu pemerintah daerah agar proses pendataan ini transparan dan objektif, sehingga warga yang benar-benar membutuhkan uluran tangan tidak terlewatkan,” tambahnya.
Penguatan Keamanan Swakarsa Berbasis Partisipasi Warga
Pada sesi akhir audiensi, Wakapolres menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban bukanlah tugas eksklusif aparat penegak hukum semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat. Peran kepolisian di tengah warga ditempatkan sebagai fasilitator dan pembina dalam membangun sistem pengamanan lingkungan yang mandiri.
“Tugas utama Kepolisian hanya sebagai pembina, sedang yang wajib menjaga keamanan adalah warga semua. Keamanan lingkungan akan tercipta secara maksimal apabila ada kesadaran serta partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri melalui siskamling dan kepedulian antarwarga,” tegas Kompol Saogi.
Melalui kegiatan audiensi di Kantor Desa Karang Bongkot ini, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat semakin solid. Kolaborasi yang erat antara warga, tokoh agama, dan aparat penegak hukum diyakini mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, serta mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.












