Peristiwa

WNA Inggris Tewas Terseret Arus Saat Berlibur di Pantai Kerandangan Lombok Barat

×

WNA Inggris Tewas Terseret Arus Saat Berlibur di Pantai Kerandangan Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
WNA Inggris Tewas Terseret Arus Saat Berlibur di Pantai Kerandangan Lombok Barat
WNA Inggris Tewas Terseret Arus Saat Berlibur di Pantai Kerandangan Lombok Barat

Satu keluarga warga negara asing (WNA) asal Inggris mengalami musibah saat tengah menikmati masa liburan di Pantai Kerandangan II, Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Nasib naas menimpa rombongan wisatawan tersebut setelah terseret arus ombak yang cukup kuat ketika berenang di perairan pantai tersebut pada Rabu (19/08/2026) sore. Akibat kejadian itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada pertengahan pekan ini, di mana arus pantai secara mendadak menyeret lima orang anggota keluarga yang sedang beraktivitas di dalam air. Meskipun warga sekitar langsung merespons cepat untuk melakukan evakuasi, kondisi salah satu korban yang kritis tidak sempat tertolong setelah dirujuk ke rumah sakit. Keempat anggota keluarga lainnya berhasil diselamatkan dan dalam kondisi selamat.

Kronologi Kejadian dan Upaya Evakuasi Warga Lombok Barat

Insiden bermula pada Rabu sore hari, tepatnya sekitar pukul 15.30 WITA. Berdasarkan penuturan saksi mata di lokasi kejadian, lima WNA yang merupakan satu keluarga tersebut sedang berenang di kawasan Pantai Kerandangan II. Secara mendadak, mereka tergulung arus ombak pantai hingga kesulitan untuk kembali ke pesisir dan berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Melihat kondisi darurat tersebut, para warga setempat dan pengelola wisata di sekitar pantai bergegas melakukan aksi penyelamatan secara spontan.

Dengan memanfaatkan peralatan seadanya, mulai dari sarana jetski hingga perlengkapan selam yang tersedia di tempat, warga berhasil menarik kelima korban ke daratan dan segera mengamankan situasi. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Mellysa Amalia, melalui Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, mengonfirmasi mengenai adanya peristiwa naas yang merenggut nyawa salah satu wisatawan asing tersebut. Kapolsek Batulayar menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 15.45 WITA terkait insiden tenggelamnya lima orang WNA di Pantai Kerandangan II.

“Kami dari Polsek Batulayar menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 15.45 WITA terkait insiden tenggelamnya lima orang WNA di Pantai Kerandangan II. Anggota piket SPKT segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan mengumpulkan keterangan saksi,” tegas AKP I Putu Krisna Varananda.

Penanganan Medis di RS Bhayangkara

Usai berhasil dievakuasi dari laut oleh masyarakat, para korban langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB di Mataram untuk mendapatkan pertolongan darurat. Rombongan korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara pada pukul 16.00 WITA dan langsung ditangani oleh tim medis. Pihak rumah sakit segera mengambil tindakan penanganan kritis terhadap seluruh korban yang mengalami kondisi darurat akibat terseret arus.

Prosedur medis yang dilakukan oleh tim dokter meliputi Resusitasi Jantung Paru (RJP), pemasangan oksigen menggunakan ambu bag, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), hingga pemeriksaan refleksi pupil mata. Namun, pada pukul 16.10 WITA, salah satu korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis yang bertugas. Korban yang meninggal dunia teridentifikasi berinisial NI (54), seorang pria berkewarganegaraan Inggris. Sementara itu, empat anggota keluarga lainnya berhasil selamat dari musibah tersebut.

Korban selamat terdiri dari sang istri, KI (52), serta tiga anak korban yaitu DP (11), IA (13), dan IO (16). Pada pukul 16.50 WITA, istri dan ketiga anak korban tiba di RS Bhayangkara Mataram untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Tim dokter jaga memberikan penjelasan medis secara rinci mengenai seluruh upaya penyelamatan yang telah diusahakan sebelum akhirnya menyatakan korban tidak tertolong.

Langkah Kepolisian dan Pemindahan Jenazah ke RSUP NTB

Guna mengamankan proses selanjutnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan instansi kesehatan setempat untuk memindahkan jenazah korban. Tepat pada pukul 17.00 WITA, jenazah NI dipindahkan dari RS Bhayangkara menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB menggunakan ambulans medis untuk prosedur penitipan jenazah sementara. Jajaran Polres Lombok Barat melalui Polsek Batulayar memastikan telah mengambil serangkaian tindakan hukum dan prosedur kepolisian terkait insiden ini.

Pihak kepolisian telah mendatangi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), membantu evakuasi para korban, memproses olah data, serta melakukan pemeriksaan mendalam terhadap para saksi mata di sekitar lokasi Pantai Kerandangan II untuk memastikan kelengkapan laporan kejadian. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendampingan terhadap keluarga korban yang tengah berduka dan berkoordinasi dengan pihak konsulat untuk proses administrasi selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *