Lombok Barat, NTB – Polsek sekorong melaksanakan kegiatan patrol rutin dalam mengantisipasi balapan liar menjelang berbuka puasa diwilayah kecamatan sekotong kabupaten Lombok Barat, Kamis (23/3/2023).
Kapolsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Polda NTB, Iptu I Kadek Sumerta, SH mengatakan kegiatan patrol menyasar beberapa lokasi ngabuburit di Wilayahnya.
“Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada Masyarakat yang melaksanakan aktifitas pada saat Bulan Ramadhan. Atau saat menjelang buka puasa,” ungkapnya.
Adapun lokasi atau rute patrol jajarannya, mulai dari Jalan raya gawah pundak dusun desa Sekotong barat. Kemudian menuju Jalan raya giligenting dusun geligenting desa persiapan persisir mas. Serta di Jalan raya batu nangko perbatasan desa sekotong tengah dengan sekotong barat.
“Kegiatan Patroli untuk menyisir jalan raya gawah pudak dusun gawah desa persiapan persisir mas dengan. vvvvvSerta memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat ngabuburit, antisipasi premanisme, Balapan liar,” ungkapnya.
Selain itu, juga mengingatkan tentang cuaca yang tidak menentu (cuaca estrem), dan apabila ada orang mencurigakan agar menghubungi anggota Polsek Sekotong.
“Kemudian menyisir ke kearah Jalan raya giligenting, Dusun giligenting desa persiapan persisir mas. Untuk memantau dan mengantisipasi aksi perkelahian, tawuran dan sebagai lokasi tongkrongan pemuda,” imbuhnya. Berpotensi sebagai lokasi ajang aksi balap liar serta rawan kriminalitas lainnya menjelang ngabuburit.
Kemudian perjalanan Patroli untuk menyisir ke arah jalan raya batu nangko perbatasan desa sekotong tengah dengan sekotong barat.
“Memantau kegiatan masyarakat, antisipasi 3C dengan melakukan dialog serta memberikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat ngabuburit,” imbuhnya.
Terkait dengan cuaca yang tidak menentu (cuaca estrem), mengimbau kepada masyarakat yang melaksanakan aktivitas agar senantiasa memperhatikan keselamatan diri.
“Intinya adalah agar tercipta situasi kamtibmas yang kondusif diwilayah hukum Polsek Sekotong. Hasilnya, dalam kegiatan patroli yang berlangsung, tidak menemukan adanya hal-hal menonjol. Seperti pemuda maupun masyarakat yang melakukan aksi yang dapat mengganggu keamanan,” tandasnya.












