Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) di kawasan pariwisata pantai wilayah hukum Polres Lombok Barat terpantau dalam kondisi aman dan terkendali. Langkah pengamanan intensif ini dijalankan melalui Pos Polairud Senggigi yang siaga penuh selama 1×12 jam untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.
Kasat Polairud Polres Lombok Barat, Polda NTB, AKP L. Nursidi, menyatakan bahwa pengamanan pesisir pantai menjadi prioritas utama guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas serta memberikan kenyamanan bagi para pengunjung yang menikmati liburan di kawasan pesisir.
“Kami menyiagakan personel di Pos Polairud Senggigi secara optimal mulai pukul 08.00 hingga 20.00 Wita untuk memastikan aktivitas pariwisata berjalan lancar dan kondusif. Pengawasan ini mencakup patroli rutin serta imbauan langsung kepada masyarakat,” ujar AKP L. Nursidi, Jumat (4/9/2026).
Kesiapan Personel dan Inventaris Piket
Operasi pengamanan harian ini dijalankan oleh personel piket Pos Polairud Senggigi, yakni Bripka M. Zainul bersama Bripka I Ketut Sumarsana. Sebelum melaksanakan tugas di lapangan, serah terima inventaris penunjang operasional dilakukan secara teliti untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan sewaktu-waktu.
Adapun sarana dan prasarana yang diserahterimakan meliputi satu unit Kapal C3 dengan nomor lambung XXI-1008 yang menjadi armada utama patroli perairan, satu unit alat komunikasi Handy Talkie (HT), serta dua unit sepeda patroli yang difungsikan untuk memantau area darat di sepanjang garis pantai.
Kegiatan Polmas dan Patroli Rutin
Selain bersiaga di pos, anggota piket Satuan Polairud Pos Senggigi juga melaksanakan kegiatan Pemolisian Masyarakat (Polmas) pada pukul 10.30 Wita. Petugas mendatangi para pengunjung dan pedagang di sekitar pantai untuk menyampaikan imbauan penting terkait kebersihan lingkungan serta keselamatan berwisata.
“Anggota kami secara aktif mengingatkan pengunjung dan pedagang agar selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh petugas kebersihan. Selain itu, kami juga menekankan pentingnya mengawasi anak-anak saat mandi atau bermain di pinggir pantai demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas AKP L. Nursidi.
Sebagai langkah preventif terhadap tindak kriminalitas, petugas jaga melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan patroli jalan kaki dan pemantauan di seputaran area pantai, dermaga, serta kawasan sekitar pos. Patroli ini difokuskan untuk mengantisipasi tindak kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor) serta bentuk pelanggaran hukum lainnya.
Situasi Wilayah Pesisir Nihil Pelanggaran
Berdasarkan laporan hasil pemantauan dan pengamanan garis pantai hingga Jumat malam, situasi perairan dan pesisir Senggigi dilaporkan sepenuhnya steril dari insiden menonjol. Tidak ditemukan adanya laporan terkait kecelakaan laut (laka laut), praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), penyelundupan manusia (people smuggling), penambangan ilegal (illegal mining), maupun aksi perusakan terumbu karang menggunakan bahan peledak (bom ikan).
Sebagai penutup rangkaian tugas harian, anggota piket Pos Polairud Senggigi juga telah melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi fisik Kapal Patroli dengan nomor lambung XXI-1008. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kapal dipastikan berada dalam kondisi aman dan terikat dengan baik di tempat tambatannya (mooring).












