Berita

Sinergi Polri dan Warga Sidemen Lauq Budidaya Hortikultura

×

Sinergi Polri dan Warga Sidemen Lauq Budidaya Hortikultura

Sebarkan artikel ini
Sinergi Polri dan Warga Sidemen Lauq Budidaya Hortikultura

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya mendukung penuh program prioritas Pemerintah Republik Indonesia menuju swasembada pangan nasional, jajaran Polsek Batulayar, Polres Lombok Barat, terus melakukan langkah proaktif di tingkat desa. Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh personel Bhabinkamtibmas Desa Lembahsari yang melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi produktif bersama warga di Dusun Sidemen Lauq pada Selasa (27/1).

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah misi sosialisasi untuk mengajak masyarakat mengoptimalkan setiap jengkal lahan pekarangan kosong. Langkah ini dipandang strategis dalam menciptakan ketahanan pangan yang dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga. Dengan memanfaatkan lahan di sekitar hunian, warga diharapkan mampu memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Budidaya Hortikultura

Berdasarkan pantauan di lapangan, semangat kolaborasi antara Polri dan masyarakat Dusun Sidemen Lauq tercermin dari penataan lahan yang mulai produktif. Di area pekarangan warga, terlihat puluhan tanaman cabai dan aneka sayuran tumbuh subur di dalam media polibag. Penggunaan polibag menjadi solusi cerdas bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan tanah terbuka, namun tetap ingin memiliki kebun mandiri yang rapi dan mudah dirawat.

Personel Bhabinkamtibmas terjun langsung memberikan pendampingan teknis, mulai dari cara penyemaian hingga perawatan tanaman agar terhindar dari hama. Kehadiran polisi di tengah kebun warga ini menjadi pemandangan menarik yang menunjukkan bahwa fungsi Polri saat ini tidak hanya terbatas pada penjagaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga sebagai motivator ekonomi dan ketahanan sosial.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal kebijakan nasional. Beliau menekankan bahwa kemandirian pangan adalah fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Kami terus mendorong anggota di lapangan, khususnya para Bhabinkamtibmas, untuk menjadi motor penggerak bagi masyarakat. Pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Lembahsari ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara Polri dan warga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif dan bermanfaat langsung bagi dapur rumah tangga,” ujar AKP I Putu Krisna Varananda dalam keterangannya.

Diversifikasi Tanaman dan Integrasi Sektor Peternakan

Dalam sesi diskusi santai bersama warga di Dusun Sidemen Lauq, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya diversifikasi tanaman. Warga diajak tidak hanya terpaku pada satu jenis komoditas, tetapi mulai menanam berbagai varietas sayuran seperti terong dan tomat. Diversifikasi ini bertujuan untuk melengkapi asupan gizi keluarga sekaligus mengantisipasi fluktuasi harga pasar pada komoditas tertentu seperti cabai.

Lebih jauh lagi, Polri juga mendorong konsep integrasi antara pertanian skala kecil dengan sektor peternakan. Warga disarankan untuk mulai mengelola ternak kecil, seperti ayam atau bebek, yang kotorannya dapat diolah menjadi pupuk organik bagi tanaman di pekarangan mereka. Ekosistem pangan mandiri yang terintegrasi ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian total bagi warga desa.

“Target kami adalah agar setiap rumah tangga di Desa Lembahsari memiliki sumber pangan sendiri. Dengan menanam cabai, tomat, dan sayuran lainnya, beban pengeluaran harian masyarakat bisa berkurang. Kami ingin masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar untuk kebutuhan sayur-mayur dasar,” tambah AKP I Putu Krisna Varananda.

Dampak Ekonomi dan Keberlanjutan Program Swasembada

Inisiatif yang dilakukan di Dusun Sidemen Lauq ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di wilayah hukum Polres Lombok Barat. Jika setiap desa mampu mengelola ketahanan pangannya sendiri, maka stabilitas ekonomi daerah akan lebih terjaga dari ancaman inflasi pangan. Selain itu, kegiatan produktif seperti ini secara tidak langsung juga berdampak pada penurunan angka kriminalitas, karena kesejahteraan masyarakat cenderung meningkat dan kesibukan warga terkanalisasi pada hal-hal positif.

Melalui pendampingan yang konsisten dari Bhabinkamtibmas, Desa Lembahsari diproyeksikan menjadi desa percontohan kemandirian pangan di Kecamatan Batulayar. Polri berkomitmen untuk terus memantau perkembangan budidaya ini hingga masa panen tiba, memastikan bahwa upaya yang dimulai hari ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *