Rekonsiliasi,Berpelukan dan Saling Memaafkan Masyarakat Desa Mareje Siap Hidup Berdampingan Kembali

Rekonsiliasi,Berpelukan dan Saling Memaafkan Masyarakat Desa Mareje Siap Hidup Berdampingan Kembali

Lombok Barat, NTB – Dalam rekonsiliasi pasca Konflik Sosial Masyarakat terdampak di Desa Mareje Kecamatan Lembar, aksi berpelukan dan saling memaafkan mewarnai dalam kegiatan ini, Rabu (25/5/2022).

Pertemuan yang bertempat di Ruang sidang paripurna DPRD Kab. Lombok Barat ini, merupakan bagian dari tindak lanjut Rekonsiliasi di Ds. Mareje.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si menegaskan warga Desa Mareje merupakan serumpun yang masih berkerabat.

“Konflik di Desa Mareje bukan SARA, namun karena adanya ego maupun persoalan politik. Dimana untuk diketahui bahwa warga Desa Mareje merupakan serumpun yang masih berkerabat,” ungkapnya.

Bupati sendiri telah mengemukakannya dalam kunjungan komisi VIII DPR RI di Lombok Barat. Sehingga sehingga diharapkan Desa Mareje tetap menjaga kerukunan umat beragama dan menjaga kondusifitas wilayah.

Sementara itu, Kapolres Lombok Barat AKBP Wirasto Adi Nugroho, SIK menegaskan bahwa kehadiran Satgas penanganan konflik merupakan representasi kehadiran negara dalam suatu penyelesaian permasalahan atau konflik yang terjadi

“Pemda Lobar telah membentuk satgas pasca Konflik, dengan tujuan untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh atas konflik yang ada,” katanya.

Rekonsiliasi,Berpelukan dan Saling Memaafkan Masyarakat Desa Mareje Siap Hidup Berdampingan KembaliKapolres juga membeberkan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk perdamaian, sehingga Masyarakat Desa Mareje Siap Hidup Berdampingan Kembali.

“Sebelumnya telah melakukan upaya pertemuan-pertemuan, yang menghasilkan kesepakatan perdamaian bersama. Agar tetap menjaga kerukunan umat beragama karena suatu konflik hanya akan menimbulkan dampak negatif terlebih trauma fisik maupun psikis bagi anak-anak,” jelasnya.

Pada kesempatan itu juga, menekankan Kembali pesan Kapolda NTB yang mana agar ‘Berdamai dengan hati’ tanpa berdamai dengan hati maka perdamaian tidak akan berhasil.

“Sehingga kedepannya agar harapannya tidak menimbulkan konflik (dendam) yang berkepanjangan,” pungkasnya.

Ketika ada konflik, agar semua lini turut serta dalam penyelesaian dimana pilar tersebut ada di masing-masing desa.

“Ada Bhabinkamtibmas, Bhabinsa,Kades, dan bahkan camat serta Kapolsek,” imbuhnya.

Dandim 1606 Mataram Letkol Arm. Arif Rahman, S.Sos, MM, mengatakan usaha terkait penyelesaian persoalan tersebut, merupakan Kerjasama semua pihak.

“Terimakasih, ini semua merupakan kerja keras kita semua, untuk menciptakan situasi yang kondusif. Jadikan pelajaran berharga bagi kita semua bahwa konflik tersebut dapat menimbulkan efek domino dan agar tidak terulang Kembali,” pesannya.

Kemudian, dalam Tausiyahnya Ketua BAZNAS Lobar TGH. M. Taisir Al Azhar, Lc. MA mengatakan kerukunan dan kebersamaan merupakan hal yang indah.

“Karena dengan perbedaan tersebut akan saling mengisi satu sama lain, dimana rekonsiliasi adalah saling memaafkan dengan membuka hati antar sesama,” ujarnya.

Menurutnya, dengan saling memaafkan akan tercipta kerukunan dan keindahan di Desa Mareje, sesuai dengan sila ke 3 Pancasila yakni Persatuan Indonesia.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan saling berpelukan,saling memaafkan dan komitmen hidup berdampingan rukun kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.